Sabtu, 04 Januari 2014

Penyakit Diabetes Melitus


DIABETES MELITUS
a. Pengertian
    DM (Diabetes Melitus) menurut WHO adalah penyakit kronis, yang terjadi ketika pankreas tidak cukup memproduksi insulin, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang di hasilkan. Faktor resistensi insulin & Hiperlipidemia adalah :
- kombinasi antara kelainan genetik
- obesitas
- inaktifitas (aktivitas yang kurang)
-  faktor lingkungan dan makanan
b. Klasifikasi
     1. DM-Tipe I pada anak-anak / remaja
     2. DM- Tipe II pada usia 40 - 50 tahun terkadang di bawah usia 40 tahun
     3. DM Tipe lain
     4. Gestational diabetes mellitus
c. Manifase Klinik
     Tanda-tandanya : Hiperglikemia ( glukosa dalam darah tinggi)
                                  glukosuria ( glukosa dalam urine)
      Tanda-tanda lainnya : Banyak kencing, banyak minum, sering kesemutan pada ujung kaki, luka yang tidak sembuh, penurunan berat badan.
Diagnosis :
-  kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) 200 mg/dl
-  kadar glukosa darah puasa (plasma vena) 125 mg/dl
d. Penalaksanaan
   1. Diet Diabetes Melitus
   2. Latihan fisik (olah raga)
   3. Obat Hipoglikemia dan Insulin
   4. Cangkok Pancreas
   5. Penyuluhan Kesehatan masyarakat (PKM)
e. Bahan Makanan yang di masih perbolehkan untuk pasien Diabetes Melitus
   Karbohidrat Kompleks seperti Nasi, mie, kentang,singkong, umbi dan sagu
   Protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, kacang-kacangan
   Teknik Memasak yang di anjurkan yaitu dengan cara di panggang, di kukus, di rebus, di setup, dan di bakar.
f. Bahan Makanan yang di hindarkan atau di batasi :
   Mengandung Gula sederhana : gula pasir, gula merah, sirup, jam, jeli, SKM, es krim, minuman alkohol.
  Mengandung banyak lemak : cake, makan siap saji (fast food), goreng-gorengan.
Mengandung banyak Natrium : ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan
Contoh Menu :
Makan Pagi : Nasi, Telur ceplok air, oseng-oseng tempe, sop oyong+tomat
Snack Sore : Melon
Makan Siang : Nasi, ikan pepes, tempe bumbu kuning, lalapan kac. panjang + kol, Jeruk
Snack Sore : Apel
Makan Malam : Nasi, Ayam bakar bumbu kecap, tahu bacem, setup buncis  wortel, pisang
snack Malam : pepaya

INDEKS MASSA TUBUH


INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
a. Pengertian
         IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat badan berdasarkan indeks quatelet (berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)). Interprestasi IMT tergantung pada umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
Menurut rumus metrik:
IMT =    Berat Badan (Kg)
              [Tinggi Badan (m)]2

KATEGORI INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
Kurus
Kurus Tingkat Berat
< 17,0
Kurus Tingkat Ringan
17,0 – 18,5
Normal
Normal
18,0 – 25,0
Gemuk
Gemuk Tingkat Ringan (Resiko gemuk)
25,0 – 27,0
Gemuk Tingkat Berat (Obesitas)
>27,0
Keterangan :
-      IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan  tingkat berat    atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
-      IMT 17,0 – 18,5: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.
-      IMT 18,5 – 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.
-      IMT 25,0 – 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.
-      IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat















Jumat, 03 Januari 2014

Kegiatan Mahasiswa Gizi


Mahasiswa sedang Melakukan Praktikum Biokimia yang di mana Mahasiswa mencoba menganalisis Kadar Protein dalam darah. 
 Mahasiswa sedang melakukan Praktikum Mikrobiologi, yang di mana Dosen sedang menjelaskan bagaimana cara menghitung Bakteri.
Mahasiswa sedang Praktikum di lapangan, yang dimana mahasiswa sedang melakukan pengukuran Tinggi badan dan Berat Badan pada anak- anak TK Tunas Rimba II untuk di jadikan sampel.
 Kerja sama Mahasiswa dalam mendekor STAND GIZI, walaupun sampai tengah malam ^^ Rasa solidaritas di junjung tinggi ❀◕ ‿ ◕❀
Inilah Dosen - Dosen di Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Jurusan Gizi dalam Kegiatan Yudisium (✿◠‿◠)

 Kegiatan Akademi Gizi salah satunya Table Manner 10 juni 2013 di salah satu Hotel Palangka Raya "Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya" bersama Dosen


di adakannya STAND GIZI yang dimana memperingati DIES NATALIS XIII

          Sejak 7 Juli 2004 Akademi Gizi (AKZI) secara organisasi bergabung dan menjadi Program Studi (Prodi) Gizi di bawah Jurusan Keperawatan. Perubahan selanjutnya berdasarkan Permenkes RI Nomor : 890/Menkes/Per/VIII/2007, tanggal 2 Agustus 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan, bahwa Politeknik Kesehatan Depkes Palangka Raya memiliki 3 (tiga) Jurusan yaitu : Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Gizi. Di saat ini Kampus Poltekkes Kemenkes Palangka Raya berlokasi di jalan George Obos Nomor 30

Hari Gizi Nasional


Mahasiswa Fakultas Akademi Gizi di Palangka Raya Reguler XIII Angkatan 2012  "Hari Gizi Nasional"