IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat badan berdasarkan indeks quatelet (berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)). Interprestasi IMT tergantung pada umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
Menurut rumus metrik:
IMT = Berat Badan (Kg)
[Tinggi Badan (m)]2
|
KATEGORI
INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
| ||
|
Kurus
|
Kurus Tingkat Berat
|
< 17,0
|
|
Kurus Tingkat Ringan
|
17,0 – 18,5
| |
|
Normal
|
Normal
|
18,0 – 25,0
|
|
Gemuk
|
Gemuk Tingkat Ringan (Resiko gemuk)
|
25,0 – 27,0
|
|
Gemuk Tingkat Berat (Obesitas)
|
>27,0
| |
- IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat berat atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
- IMT 17,0 – 18,5: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.
- IMT 18,5 – 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.
- IMT 25,0 – 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.
- IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar