Rabu, 18 Juni 2014

Kegiatan Mahasiswa Gizi Poltekkes


Kegiatan seminar Kesehatan Reproduksi yang di selenggarakan Mahasiswa Gizi
(Foto bersama Dosen Pembimbing, Ketua jurusan serta pembicara dr. sigit)


Bersama Dosen pembimbing sebelum memulai kegiatan seminar IPTEK yang di selenggarakan mahasiswa Gizi

Penyerahan Plakat kepada dr. Sigit Nurfianto, Sp.OG (k) dari Fakultas Poltekkes palangka raya jurusan Gizi yang di serahkan oleh ketua jurusan Gizi

Senin, 14 April 2014

Ringkasan Materi Biokimia



ASAM URAT
Prinsip Asam Urat :
 Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Asam urat dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh, juga dari makanan yang kita makan. Peningkatan Kadar Asam Urat mengakibatkan Hiperurisemia. Kadar normal Asam urat  perempuan : 2 – 6 mg/dl  (119 – 357 µM/L) dan laki – laki : 3 – 7.2 mg/dl  (179 – 428 µM/L).
Alat : GCU, Strip, chip, blood lancets, lancet, kapas
Bahan : Alkohol dan darah
Prosedur :
1.    Siapkan semua alat dan bahan yang akan di gunakan dalam praktikum,
2.    Usap permukaan ujung jari menggunakan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol, agar steril,
3.    Tusuk ujung jari menggunakan alat blood lancets,
4.    Ambil darah yang keluar menggunakan strip,
5.    Masukkan strip kedalam GCU,
6.    Lihat hasil pengukuran kadar asam urat yang tertera pada layar GCU, Kemudian catat hasil kadar asam urat.

Diagram Alir :
Sampel darah

Ambil darah dengan strip

Masukan strip ke dalam GCU

tunggu hingga muncul nilai kadar asam urat pada GCU
Pembahasan :
Kadar asam urat normal dalam darah  yaitu : 
Perempuan               : 2 – 6 mg/dl  (119 – 357 µM/L) dan Laki – laki             : 3 – 7.2 mg/dl (179 – 428 µM/L). Jika kadar asam urat tinggi akan menyebabkan Hiperurisemia. Dan jika kadar asam urat rendah akan menyebabkan hipourisemia.

GLUKOSA DALAM DARAH
Prinsip Glukosa dlm darah :
Gula darah pada orang sehat dikendalikan oleh insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas. Kadar Normal glukosa dalam darah  sebelum makan 80 - 120 mg/dl. Metabolisme glukosa yang tidak normal dapat menyebabkan Hiperglikemia.
Alat : Blood Glucose / Glucose Meter, Strip Glucose, Suntik pen, Kapas
Bahan : darah , Alkohol 70%

Prosedure :
1.    Masukkan baterai pada alat
2.    Masukkan chip
3.    Atur tanggal, bulan, dan waktu. Diamkan hingga mati (30 detik)
4.    Siapkan jarum pen, atur kedalamannya
5.    Bersihkan ujung jari dengan kapas beralkohol
6.    Tusuk ujung jari dengan menggunakan suntik pen dan biarkan darah keluar
7.    Masukan strip glukotest kedalam glukometer, diamkan sebentar.
8.    Teteskan darah di strip glukotest, baca berapa kadar gula glukosa.

Diagram Alir :
                                Blood glucose
-  Masukkan baterai pada alat
-  Masukkan chip
-  Atur tanggal, hari, dan waktu. Diamkan hingga mati (30 detik)
-  Siapkan jarum pen, atur kedalamannya (jarum hanya dapat digunakan satu kali saja)
-  Membersihkan ujung jari dengan kapas beralkohol
-  Menusuk ujung jari dengan menggunakan suntik pen dan membiarkan darah keluar
-  Memasukan strip glukotest kedalam glukometer, diamkan sebentar.
-  Teteskan darah di strip glukotest, baca berapa kadar gula glukosa darah
                   Hasil
Pembahasan :
Darah manusia normal mengandung glukosa dalam jumlah atau konsentrasi tetap, yaitu < 200 mg tiap 100 ml darah. Kadar Normal glukosa dalam darah  sebelum makan 80 - 120 mg/dl. bila kadar gula darah berada pada kadar tinggi (>200 mg/dl) akan menyebabkan Hiperglikemia . Bila kadar glukosa terlalu terendah (< 126 mg/dl) akan menyebabkan Hipoglikemia.



KOLESTEROL
Prinsip kolesterol :
Kolesterol adalah komponen lemak yang terdapat pada pembuluh darah manusia. Kolesterol berfungsi untuk membangun dinding sel dan juga untuk membuat hormon. Kolesterol juga merupakan komponen penting dalam pembentukan asam empedu, hormon steroid dan vitamin D .Kolesterol dalam darah manusia terbagi menjadi 2 jenis yakni kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik).

Alat : GCU Meter, Strip kolesterol, Suntik pen, Kapas , Jam , Cawan petri
Bahan : darah dan Alkohol

Prosedur :
1.     Masukkan batrei pada alat atau pada GCU
2.     Masukkan chip kedalam GCU Meter tunggu sampai alat mati
3.     Memasukan strip kolesterol kedalam GCU
4.     Atur tanggal dan waktu. Diamkan hingga mati (30 detik) diamkan sebentar.
5.     Siapkan jarum pen, atur kedalamannya (jarum hanya dapat digunakan satu kali saja)
6.     Bersihkan ujung jari dengan kapas beralkohol
7.     Tusuk ujung jari dengan menggunakan suntik pen dan biarkan darah keluar.
8.     Teteskan darah di strip kolesterol, tunggu sampai 150 detik dan sampai keluar kadar kolesterolnya.
Diagram Alir :

           GCU
-       Masukkan baterai pada alat
-       Atur tanggal dan waktu. Diamkan hingga mati (30 detik)
-       Masukkan chip tunggu sampai alat mati
-       Memasukan strip kolesterol kedalam GCU, diamkan sebentar.
-       Siapkan jarum pen, atur kedalamannya (jarum hanya dapat digunakan satu kali saja)
-       Bersihkan ujung jari dengan kapas beralkohol
-       Tusuk ujung jari dengan menggunakan suntik pen dan biarkan darah keluar.
-       Memasukan strip kolesterol kedalam GCU, diamkan sebentar.
-       Teteskan darah di strip kolesterol, baca berapa kadar kolesterolnya.
    Hasil
Pembahasan :
Dari hasil yg di dapatkan,  Dikonversikan menggunakan standar kadar normal kolesterol <5,2 mmol/L (<200 mg/dl) dengan rumus :
Batas normal kadar kolesterol dalam darah <5,2 mmol/L   (<200 mg/dl). Berdasarkan hasil yang di dapat diatas faktor – faktor  yang mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah yaitu usia, berat badan, dan gender, serta pola makan juga mempengaruhi kadar kolesterol.

HAEMOGLOBIN
Prinsip Haemoglobin :
Hemoglobin merupakan zat warna yang terdapat dalam darah merah yang berguna untuk mengangkut oksigen dan CO2 dalam tubuh. Kadar Hb merupakan parameter yang paling mudah digunakan dalam menentukan status anemia pada skala luas. Kadar normal Hb Perempuan 12,0 - 15,0 g/dl dan Kadar normal Hb Laki-laki 13,0 – 17,0 g/dl.

Alat : Hemocue, Microcuvettes, Blood Lancets, Kapas
Bahan : darah dan Alkohol 70%

Prosedure :
1.       Siapkan alat dan bahan
2.       Usap permukaan ujung jari tengah menggunakan kapas yang telah dibasahi oleh alkohol
3.       Tusuk ujung jari tengah tersebut menggunakan alat blood lancets
4.       Usap darah yang keluar pertama kali, kemudian ambil darah yang kedua kalinya menggunakan microcuvettes
5.       Masukkan microcuvet kedalam hemocue, tunggu selama 16-30 detik
6.       Lihat hasil pengukuran kadar HB yang tertera pada layar hemocue
7.       Kemudian catat hasil kadar HB
Diagram Alir                        

Siapkan alat hemocue dan cuvet
-       Usap jari (pilih jari manis/tengah) yang akan diambil darahnya dengan kapas  beralkohol 70%
-       Tusuk ujung jari donor dengan menggunakan blood lancet
-       Usap darah yang keluar pertama kali dengan kapas yang sudah ditetesi alkohol
-       Ambil darah yang keluar kedua kalinya menggunakan microcuvettes
-       Masukkan cuvet pada hemocue, tunggu 16-30 detik.
-       Layar hemocue akan menunjukkan angka (nilai kadar HB donor dalam gr/dl).
  Hasil
Pembahasan :
Kadar normal Hb Perempuan 12,0 - 15,0 g/dl dan Kadar normal Hb Laki-laki 13,0 – 17,0 g/dl. Jika kadar Hb rendah akan menyebabkan resiko terkena penyakit anemia. Kadar Hb rendah dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kecukupan besi dalam tubuh, metabolisme besi dalam tubuh dan asupan makanan zat besi dari makanan ataupun suplement.

Senin, 17 Februari 2014

Hari Gizi Nasional ke - 54


 Mahasiswa Gizi ikut serta dalam Memperingati Hari Gizi Nasional di Bundaran Besar bersama keluarga PERSAGI

 Mahasiswa Mempersiapkan snack yang akan di bagikan di jalanan dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke 54

Hari Gizi Nasional yang ke 54 bersama Persagi dan Dinas Kesehatan

Sabtu, 04 Januari 2014

Penyakit Diabetes Melitus


DIABETES MELITUS
a. Pengertian
    DM (Diabetes Melitus) menurut WHO adalah penyakit kronis, yang terjadi ketika pankreas tidak cukup memproduksi insulin, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang di hasilkan. Faktor resistensi insulin & Hiperlipidemia adalah :
- kombinasi antara kelainan genetik
- obesitas
- inaktifitas (aktivitas yang kurang)
-  faktor lingkungan dan makanan
b. Klasifikasi
     1. DM-Tipe I pada anak-anak / remaja
     2. DM- Tipe II pada usia 40 - 50 tahun terkadang di bawah usia 40 tahun
     3. DM Tipe lain
     4. Gestational diabetes mellitus
c. Manifase Klinik
     Tanda-tandanya : Hiperglikemia ( glukosa dalam darah tinggi)
                                  glukosuria ( glukosa dalam urine)
      Tanda-tanda lainnya : Banyak kencing, banyak minum, sering kesemutan pada ujung kaki, luka yang tidak sembuh, penurunan berat badan.
Diagnosis :
-  kadar glukosa darah sewaktu (plasma vena) 200 mg/dl
-  kadar glukosa darah puasa (plasma vena) 125 mg/dl
d. Penalaksanaan
   1. Diet Diabetes Melitus
   2. Latihan fisik (olah raga)
   3. Obat Hipoglikemia dan Insulin
   4. Cangkok Pancreas
   5. Penyuluhan Kesehatan masyarakat (PKM)
e. Bahan Makanan yang di masih perbolehkan untuk pasien Diabetes Melitus
   Karbohidrat Kompleks seperti Nasi, mie, kentang,singkong, umbi dan sagu
   Protein rendah lemak : ikan, ayam tanpa kulit, susu skim, tempe, tahu, kacang-kacangan
   Teknik Memasak yang di anjurkan yaitu dengan cara di panggang, di kukus, di rebus, di setup, dan di bakar.
f. Bahan Makanan yang di hindarkan atau di batasi :
   Mengandung Gula sederhana : gula pasir, gula merah, sirup, jam, jeli, SKM, es krim, minuman alkohol.
  Mengandung banyak lemak : cake, makan siap saji (fast food), goreng-gorengan.
Mengandung banyak Natrium : ikan asin, telur asin, makanan yang diawetkan
Contoh Menu :
Makan Pagi : Nasi, Telur ceplok air, oseng-oseng tempe, sop oyong+tomat
Snack Sore : Melon
Makan Siang : Nasi, ikan pepes, tempe bumbu kuning, lalapan kac. panjang + kol, Jeruk
Snack Sore : Apel
Makan Malam : Nasi, Ayam bakar bumbu kecap, tahu bacem, setup buncis  wortel, pisang
snack Malam : pepaya

INDEKS MASSA TUBUH


INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
a. Pengertian
         IMT merupakan petunjuk untuk menentukan kelebihan berat badan berdasarkan indeks quatelet (berat badan dalam kilogram dibagi dengan kuadrat tinggi badan dalam meter (kg/m2)). Interprestasi IMT tergantung pada umur dan jenis kelamin anak karena anak lelaki dan perempuan memiliki kadar lemak tubuh yang berbeda. IMT adalah cara termudah untuk memperkirakan obesitas serta berkolerasi tinggi dengan massa lemak tubuh, selain itu juga penting untuk mengidentifikasi pasien obesitas yang mempunyai risiko komplikasi medis. Untuk mengetahui nilai IMT ini, dapat dihitung dengan rumus berikut:
Menurut rumus metrik:
IMT =    Berat Badan (Kg)
              [Tinggi Badan (m)]2

KATEGORI INDEKS MASSA TUBUH (IMT)
Kurus
Kurus Tingkat Berat
< 17,0
Kurus Tingkat Ringan
17,0 – 18,5
Normal
Normal
18,0 – 25,0
Gemuk
Gemuk Tingkat Ringan (Resiko gemuk)
25,0 – 27,0
Gemuk Tingkat Berat (Obesitas)
>27,0
Keterangan :
-      IMT < 17,0: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan  tingkat berat    atau Kurang Energi Kronis (KEK) berat.
-      IMT 17,0 – 18,5: keadaan orang tersebut disebut kurus dengan kekurangan berat badan tingkat ringan atau KEK ringan.
-      IMT 18,5 – 25,0: keadaan orang tersebut termasuk kategori normal.
-      IMT 25,0 – 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat ringan.
-      IMT > 27,0: keadaan orang tersebut disebut gemuk dengan kelebihan berat badan tingkat berat















Jumat, 03 Januari 2014

Kegiatan Mahasiswa Gizi


Mahasiswa sedang Melakukan Praktikum Biokimia yang di mana Mahasiswa mencoba menganalisis Kadar Protein dalam darah. 
 Mahasiswa sedang melakukan Praktikum Mikrobiologi, yang di mana Dosen sedang menjelaskan bagaimana cara menghitung Bakteri.
Mahasiswa sedang Praktikum di lapangan, yang dimana mahasiswa sedang melakukan pengukuran Tinggi badan dan Berat Badan pada anak- anak TK Tunas Rimba II untuk di jadikan sampel.
 Kerja sama Mahasiswa dalam mendekor STAND GIZI, walaupun sampai tengah malam ^^ Rasa solidaritas di junjung tinggi ❀◕ ‿ ◕❀
Inilah Dosen - Dosen di Poltekkes Kemenkes Palangka Raya Jurusan Gizi dalam Kegiatan Yudisium (✿◠‿◠)